HomePortalCalendarFAQMemberlistRegisterLog in

Share | 
 

 PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
kLviN
Operator
Operator


Posts : 249
Join date : 2009-05-22
Age : 22
Location : mao tau??? gak usa ya...

PostSubject: PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA   Sat May 23, 2009 6:34 pm

1. Tri Ratna

Seorang telah menjadi umat Buddha bila ia menerima dan mengucapkan
Tri Ratna (Skt) atau Tiga Mustika (Ind) yang berarti Buddha, Dharma,
Sangha. Pada Saat sembahyang atau kebaktian di depan altar Hyang
Buddha. Tri Ratna secara lengkap diucapkan dengan tenang dan khusuk
sampai tiga kali atau disebut Trisarana. Trisarana adalah sebagai
berikut:

Bahasa Sansekerta :

Buddhang Saranang Gacchami
Dharmang Saranang Gacchami
Sanghang Saranang Gacchami

Dwipanang Buddhang Saranang Gacchami
Dwipanang Dharmang Saranang Gacchami
Dwipanang Sanghang Saranang Gacchami

Tripanang Buddhang Saranang Gacchami
Tripanang Dharmang Saranang Gacchami
Tripanang Sanghang Saranang Gacchami

Bahasa Indonesia :

Aku Berlindung kepada Buddha
Aku Berlindung kepada Dharma
Aku Berlindung kepada sangha

Kedua kali Aku Berlindung kepada Buddha
Kedua kali Aku Berlindung kepada Dharma
Kedua kali Aku Berlindung kepada sangha

Ketiga kali Aku Berlindung kepada Buddha
Ketiga kali Aku Berlindung kepada Dharma
Ketiga kali Aku Berlindung kepada sangha

1.1. Buddha

Berasal dari bahasa Sansekerta budh berarti menjadi sadar,
kesadaraan sepenuhnya; bijaksana, dikenal, diketahui, mengamati,
mematuhi. (Arthur Antony Macdonell, Practical Sanskrit Dictionary,
Oxford University Press, London, 1965).

Tegasnya, Buddha berarti seorang yang telah mencapai Penerangan atau
Pencerahan Sempurna dan Sadar akan Kebenaran Kosmos serta Alam
Semesta. "Hyang Buddha" adalah seorang yang telah mencapai Penerangan
Luhur, cakap dan bijak menuaikan karya-karya kebijakan dan memperoleh
Kebijaksanaan Kebenaraan mengenai Nirvana serta mengumumkan doktrin
sejati tentang kebebasan atau keselamatan kepada dunia semesta
sebelum parinirvana.

Hyang Buddha yang berdasarkan Sejarah bernama Shakyamuni pendiri
Agama buddha. Hyang Buddha yang berdasarkan waktu kosmik 1) ada
banyak sekali dimulai dari Dipankara Buddha.

1.2. Dharma

Hukum Kebenaran, Agama, hal, hal-hal apa saja yang berhubungan dengan
ajaran agama Buddha sebagai agama yang sempurna.

Dharma mengandung 4 (empat) makna utama :
1. Doktrin
2. Hak, keadilan, kebenaran
3. Kondisi
4. Barang yang kelihatan atau phenomena.

Buddha Dharma adalah suatu ajaran yang menguraikan hakekat kehidupan
berdasarkan Pandangan Terang yang dapat membebaskan manusia dari
kesesatan atau kegelapan batin dan penderitaan disebabkan
ketidakpuasan. Buddha Dharma meliputi unsur-unsur agama, kebaktian,
filosofi, psikologi, falsafah, kebatinan, metafisika, tata susila,
etika, dan sebagainya.


1.3. Sangha

Persaudaraan para bhiksu, bhiksuni (pada waktu permulaan terbentuk).
Kemudian, ketika agama Buddha Mahayana berkembang para anggotanya
selain para bhiksu, bhiksuni, dan juga para umat awam yang telah
upasaka dan upasika dengan bertekad pada kenyataan tidak-tanduknya
untuk menjadi seorang Bodhisattva, menerima dan mempraktekkan
Pancasila Buddhis ataukah Bodhisattva Sila.

Bhiksu (sebutan untuk lelaki) dan bhiksuni (sebutan untuk perempuan)
adalah seseorang yang kehidupanya sudah tidak lagi mencampuri urusan
duniawi, telah menjalankan kehidupan suci, dan patuh serta setia
menghayati dan mengamalkan Buddha Dharma.

----
Gelar atau sebutan lain Hyang Buddha

Menurut waktu sejarah, Buddha yang kita kenal ialah Buddha Gautama
sedangkan menurut waktu kosmik dalam agama Buddha Mahayana terdapat banyak sekali Buddha sebagaimana dinyatakan di dalam sutra-sutra Mahayana.
Gelar atau sebutan lain Hyang Buddha ada sepuluh, yakni :

1. Tathagata : ‘Dia’ yang telah datang dan telah melaksanakan semua tugas Buddha, yang mengambil jalan absolut mengenai sebab dan akibat, dan telah mencapai kebijaksanaan maha sempurna.

2. Arahat : Buddha sempurna, yang berarti ‘patut dipuja’. Juga berarti seorang suci tingkat tertinggi dalam aliran Hinayana, sedangkan Mahayana adalah Bodhisattva.

3. Samyak-Sambuddha : ‘Dia’ yang telah mencapai Penerangan Sempurna dan Maha mengetahui.

4. Vidyâ-Carana-Sampanna : Yang berbakat Pengertian Kesucian Leluhur, Yang mencapai Bodhi Teragung ( Pengetahuan-perbuatan-sempurna).

5. Sugata : Yang Maha Mulia; Yang telah mencapai Jalan yang benar.

6. Lokavid : Yang telah mengetahui atau memahami Kebenaran sejagad.

7. Anuttara : Yang tak dapat dibandingkan; yang telah memperoleh segala-galanya dan mencapai setinggi-tingginya ( Anuttara-Samyak-Sambuddha)

8. Purusa-Damya-Sârathi : Penunjuk, Pendidik serta pemimpin seluruh makhluk yang memerlukan Pembinaan-Nya. Penjinak hawa nafsu.

9. Sâstâ-Deva-Manusyânâm : Guru junjungan para Dewa-Dewi serta manusia.

10. Buddha-Lokanatha atau Bhagavân : Sang Maha Suci yang sempurna Kebijaksanaan-Nya. Yang dihormati dunia, Buddha sempurna.

---
Karma

10 (sepuluh) Jenis Karma Baik

1. Gemar beramal dan bermurah hati, akibatnya adalah
diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehidupan yang akan
datang.

2. Hidup bersusila, akibatnya adalah penitisan dalam keluarga
luhur yang keadaannya bahagia.

3. Sering melakukan meditasi, akibatnya adalah penitisan di alam
bahagia.

4. Berendah hati dan hormat, akibatnya adalah penitisan dalam
keluarga luhur

5. Berbakti, akibatnya akan diperoleh penghargaan dari masyarakat

6. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain.

7. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain, akibatnya adalah
menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan.

8. Sering mendengarkan Dharma, akibatnya adalah berbuah dengan
bertambahnya kebahagian.

9. Gemar menyebarkan Dharma, akibatnya adalah berbuah dengan
bertambahnya kebijaksanaan

10. Meluruskan pandangan orang lain yang keliru, akibatnya
berbuah dengan diperkuatnya keyakinan.



10 (Sepuluh) Jenis Karma Buruk.

1. Pembunuhan, akibatnya pendek umur, berpenyakitan, senantiasa
dalam kesedihan karena terpisah dari keadaan atau orang yang dicintai,
dalam hidupnya senantiasa berada dalam ketakutan.

2. Pencurian, akibatnya kemiskinan, dinista dan dihina,
dirangsang oleh keinginan yang senantiasa tidak tercapai,
penghidupannya senantiasa tergantung kepada orang lain.

3. Perbuatan asusila, akibatnya mempunyai banyak musuh, beristri
atau suami yang tidak disenangi, terlahir sebagai pria atau wanita
yang tidak normal perasaan seks-nya.

4. Berdusta, akibatnya menjadi sasaran penghinaan, tidak
dipercaya khalayak ramai.

5. Bergunjing, akibatnya kehilangan teman-teman tanpa sebab yang
berarti.

6. Kata-kata atau ucapan kasar dan kotor, akibatnya sering
didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain.

7. Omong kosong, akibatnya bertubuh cacat, berbicara tidak
tegas, tidak dipercaya oleh khalayak ramai.

8. Keserakahan, akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat
diharap-harapkan.

9. Dendam, kemauan jahat/niat untuk mencelakakan makhluk lain,
akibatnya rupa buruk, macam-macam penyakit, watak tercela.

10. Pandangan salah, akibatnya tidak melihat keadaan yang
sewajarnya, kurang bijaksana, kurang cerdas, penyakit yang lama
sembuhnya, pendapat yang tercela.



5 (Lima) Bentuk Karma Celaka:

Lima perbuatan durhaka berikut ini mempunyai akibat yang sangat berat ialah penitisan di alam neraka.

1. membunuh ibu,
2. membunuh ayah,
3. membunuh orang suci, Arahat, Bodhisattva,
4. melukai seorang Buddha,
5. menyebabkan perpecahan dalam Sangha (hanya berlaku untuk para bhiksu yang mematuhi vinaya secara taat).


PANCASILA


Sila Pertama : (Membunuh makhluk hidup)
Semua makhluk hidup takut dihukum atau mati. Kehidupan diinginkan oleh semua makhluk. Dengan menempatkan diri kita pada posisi mereka, kita dapat menyadari bahwa kita secara pribadi tidak perlu membunuh atau dibunuh (bunuh diri).
Dengan prinsip Dharma ini, Hyang Buddha bermaksud supaya kita dapat
mengerti dan merasakan perasaan orang lain, bahwa semua makhluk hidup
mencintai kehidupannya seperti kita sendiri dan takut akan kematian.

Catatan :
Untuk memutuskan apakah kuman-kuman adalah makhluk hidup
atau tidak (makhluk yang dimaksud dalam sila pertama), kita harus
melihat sejarah kehidupan Hyang Buddha sendiri.
Bilamana Hyang Buddha sakit, Beliau mengijinkan dokternya yang
bernama Jivakakomarabhaca untuk menggunakan obat luar atau obat
dalam.
Dengan demikian maka kita dapat menyimpulkan bahwa sila pertama tidak meliputi kuman-kuman.
Bila tidak demikian, maka tidak dapat makan atau minum sesuatu, ataupun
bernafas yang bebas dari adanya kuman-kuman, maka tidak mungkin
seorang pun dapat melaksanakan Sila-pertama.

Sila Kedua : (Tidak mencuri)
Digariskan untuk mengembangkan saling hormat-menghormati hak masing-masing pada milik kita masing-masing.

Sila Ketiga : (Tidak berzinah).
Digariskan untuk mengembangkan rasa hormat pada keluarga masing-masing.

Sila Keempat : (Tidak berbohong).
Bertujuan untuk melindungi kepentingan kita masing-masing dengan selalu benar.

Sila Kelima : (Tidak bermabukan).
Membantu kita untuk terhindar dari ketidak-waspadaan atau sifat alpa.


Vegetarian
1. Semi Vegetarian, ialah orang yang hanya memakan daging pada waktu menghadiri suatu pesta atau pertemuan.

2. Partial Vegetarian, yaitu orang yang tidak memakan daging merah yang berasal dari hewan mamalia seperti lembu, kambing, dan babi, tetapi memakan ikan, ayam, telur dan susu, disamping sayur-mayur, kacang kacangan, dan makanan nabati lainnya.

3. Lacto Ovo Vegetarian (Latin: Lacto=susu, Ovo = telur), ialah orang yang tidak memakan daging dari semua jenis hewan apapun termasuk tidak memakan daging ikan, tetapi memakan telur, mengkonsumsi susu, dan hasil produksi susu disamping sayur-mayur, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainnya.
Jenis ini disebut Lactovarian.

4. Lacto Vegetarian, ialah orang yang tidak memakan segala jenis daging hewan, ikan dan telur, tetapi mengkonsumsi susu dan hasil produksi susu, sayur-mayur, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainnya.
Jenis ini disebut Lactarian.

5. Total Vegetarian , ialah orang yang sama sekali tidak memakan segala jenis daging hewan, ikan, telur, susu dan hasil produk susu,bahkan tidak memakai produk yang diolah dari tubuh hewan, misalnya apa saja yang terbuat dari kulit hewan.
Mereka hanya memakan sayur-mayur, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainnya.
Jenis ini disebut Fruitarian.
Back to top Go down
View user profile
LadyLupin-
Member
Member


Posts : 115
Join date : 2009-05-24
Age : 24
Location : jakarta-City | when the party Never End .

PostSubject: Re: PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA   Mon May 25, 2009 12:54 pm

SABBE SATTA BHAVANTU SHUKKITATTA .

SEMOGA SEMUA MAKHLUK HIDUP BERBAHAGIA . SADHU SADHU SADHU .

JGN LUPA NAMASKARA GATHA Y . Razz Razz Razz
Back to top Go down
View user profile
kLviN
Operator
Operator


Posts : 249
Join date : 2009-05-22
Age : 22
Location : mao tau??? gak usa ya...

PostSubject: Re: PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA   Mon May 25, 2009 3:36 pm

LadyLupin- wrote:
SABBE SATTA BHAVANTU SHUKKITATTA .

SEMOGA SEMUA MAKHLUK HIDUP BERBAHAGIA . SADHU SADHU SADHU .

JGN LUPA NAMASKARA GATHA Y . Razz Razz Razz
wakwkawak
dah lama gw gak ke wihara...
dah lupa...
Back to top Go down
View user profile
[Jr-Leaver]
Voice operator
Voice operator


Posts : 34
Join date : 2009-05-27
Age : 26
Location : City of EviL

PostSubject: Re: PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA   Tue Jun 09, 2009 10:19 pm

gw dah lupa caranya namaskara.... Razz
Back to top Go down
View user profile http://choky.blog.binusia.org
Sponsored content




PostSubject: Re: PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA   Today at 2:48 pm

Back to top Go down
 
PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Wise Laughing Buddha

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
 :: LoveGamers d'Caffe :: Religi Center :: Budha-
Jump to: